Cari Blog Ini

Kamis, 03 Desember 2009

Sisi Gelap Harry Potter

Harry Potter adalah fenomena dunia sastra. Banyak kontroversi di sana. Sebagian kalangan menyebut tujuh serialnya sebagai "The Handbook of Occult". Mengapa?

Dalam suatu acara di Bogor dua pekan lalu, beberapa orang ibu meminta agar rubrik ini tidak melulu menyorot “persoalan orang dewasa” seperti politik dan sebagainya. Mereka minta agar “persoalan anak-anak” juga dikupas, khususnya bahaya fenomena Harry Potter dilihat dari akidah Islam. “Persoalan akidah sekecil apa pun bukan masalah yang bisa dianggap remeh, apalagi ini menyangkut jutaan anak-anak yang tersihir Harry Potter!” ujar mereka. Benar juga.
Saya sendiri jauh-jauh hari yakin jika Harry Potter bukan sekadar ceritera anak-anak biasa, namun lebih tepat sebagai “Handbook of Magic and Occult”. Apa yang “diajarkan” sekolah Hogwarts banyak persamaan dengan naskah ritual pemanggilan Dewi Iblis Lilith, isteri Lucifer dan ibu dari Baphomet. Belum lagi berbagai simbolnya dan karakternya.
Saya berusaha mengembalikan memori atas sejumlah novelnya yang telah dibaca, dan juga meneliti ke-enam filmnya secara berulang-ulang. Hasilnya, “Ini memang bukan sekadar novel!”. Para pendidik di Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara dunia, termasuk sejumlah pemuka Gerejanya, bahkan melarang anak-anak didiknya membaca atau pun menonton filmnya. Jika non-Muslim saja demikian, apalagi bagi seorang Muslim. Nah, di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, kami akan paparkan sisi gelap Harry Potter yang insya Allah akan menambah wawasan kita semua. Semoga menjadikan kita semua lebih aware terhadap hal-hal yang kelihatan sepele, namun sesungguhnya amat berbahaya dari sisi akidah. Selamat menyimak.
***
Maret 2000, Carol Rookwood, Kepala Sekolah Gereja St Mary's Island di Catham, Inggris, telah mendengar jika rekan-rekan sejawatnya di Amerika Serikat telah melarang seluruh anak didiknya untuk membaca semua novel Harry Potter (saat itu film pertama Harry Potter belum rilis). Akhirnya Carol Rookwood pun mengikti jejak mereka. Dia dengan tegas melarang seluruh anak didiknya untk membaca novel Hary Potter.
“Semua novel yang dikarang perempuan penulis dari Edinburg itu bertentangan dengan apa yang diajarkan Alkitab. …tukang sihir, setan, dan iblis semuanya jahat. Tidak ada sihir yang baik!” tandas Rookwood. (BBC, “School Bans Harry Potter”, 29/3/2000).
Sikap Rookwood dikecam The National Secular Society. Ketua “Masyarakat Sekular Inggris”, Keith Porteous Wood menyatakan, “Selama berabad-abad, imajinasi anak-anak telah tumbuh bersama kisah-kisah dongeng tentang tukang sihir dan peri. Sikap melarang membaca buku yang sangat populer itu akan sangat merugikan (anak-anak).”
JK. Rowling sendiri menjawab, “Saya tidak terlalu merisaukan kontroversi yang ada mengenai buku saya. Saya hanya menulis sesuatu hal yang sudah ada berabad lalu, pertempuran antara kekuatan kebaikan melawan kekuatan jahat. Pertempuran antara Tuhan dan Setan.”
Di Indonesia, kontroversi seperti itu juga terjadi walau tidak segencar di Inggris dan Amerika. Ada dua kemungkinan: Pertama, masyarakat di sini merasa akidahnya sudah sedemikian kuat sehingga tidak merasa cemas dengan segala dampak negatif yang ada. (Mungkin mereka ini beranggapan, “Jangankan Harry Potter, majalah Playboy saja direstui pemerintah dan dijual bebas di mana-mana, toh tidak apa-apa”). Dan yang kedua, masyarakat di sini masih minim pengetahuannya tentang akidah, sehingga demikian permisif dengan simbol dan ritual satanic yang memang banyak dipaparkan dalam novel-novel Harry Potter tersebut. Atau bisa jadi, The Mind Control yang dilancarkan kelompok “Dia yang tidak boleh disebut namanya” sudah berhasil di negeri ini sehingga apa pun boleh-boleh saja.
JK. Rowling, Exeter, dan Warisan Templar
Sebelum mengupas satu-persatu sisi gelap serial Harry Potter, kita sebaiknya mengetahui siapa orang yang berada di belakang semua ini. Nama asli pengarang serial Harry Potter adalah Joanne Rowling, tanpa huruf “K” di tengahnya. Namun penerbitnya menyarankan agar Rowling menambahkan huruf depan dan disingkat agar terkesan sebagai laki-laki. Mereka beranggapan jika nama perempuan saat itu belum menjamin pemasaran yang baik bagi karya novel seperti Harry Potter.
Akhirnya Rowling memilih nama “Kathleen” yang ditempatkannya di tengah. Dalam cover novel ditulis “J.K. Rowling”. Namun dalam hukum di negaranya, sisipan nama “Kathleen” tetap tidak diakui.
Rowling lahir sebagai anak pertama pasangan Peter dan Ann, keduanya mantan tentara Angkatan Laut Inggris, pada 31 Juli 1965 di Chipping Sodbury, 12 mil timur laut Bristol, Inggris. Adiknya, Diana, lahir ketika Rowling berusia satu tahun 11 bulan. Sejak kecil Rowling sudah terobsesi dengan banyak bahan bacaan. Bahkan sudah mulai menuliskan cerita pendek sederhana sejak usia 5 tahun dengan karya perdananya berjudul “Rabbit”.
Dari Chipping Sodburry, keluarganya pindah ke daerah Winterbourne saat Rowling berusia empat tahun. Di tempat yang baru ini, Rowling punya tetangga bernama Potter dan mereka bersekolah di Sekolah Dasar St. Michael. Ketika Rowling baru 9 tahun, keluarganya pindah lagi ke Tutshill, South Wales. Rowling masuk Sekolah Menengah Wyedean Comprehensive. Lulus dari Wydean, Rowling ingin melanjutkan ke Oxford University namun gagal. Dia kemudian masuk ke Universitas Exeter di Inggris mengambil jurusan bahasa Perancis selama empat tahun, termasuk mengajar bahasa Inggris di Paris selama setahun di tahun terakhir perkuliahan. Tahun 1990 Rowling lulus dan kembali ke Inggris.
Menurut beberapa artikel kisah hidupnya, ide awal dan bab-bab pertama tentang novel Harry Potter timbul begitu saja saat Rowling tengah berada di dalam kereta api dari Machester menuju London, ketika dia masih gadis di tahun 1990. Karena tidak membawa alat tulis, Rowling menyimpan ide tentang seorang anak lelaki berkacamata bundar tersebut di dalam otaknya. Kalimat-kalimat awal novel perdana Harry Potter ditulisnya di dalam flat di Manchester namun baru diselesaikan beberapa tahun kemudian, saat dia telah berpisah dengan suami pertamanya yang seorang wartawan Portugal dan membawa seorang anak perempuan yang masih sangat kecil bernama Jessica. Bersama Jessica, Rowling menjadi Single-Parent dan menumpang hidup di rumah adiknya, Diana, di Edinburg, Skotlandia.
Di Edinburg-lah Rowling menyelesaikan novel Harry Potter pertamanya. Novel itu diberi judul “Harry Poter and The Philosopher’s Stone”, diselesaikan dengan sebuah mesin ketik tua di tahun 1995. Setelah ditolak 12 penerbit, Bloomsbury akhirnya mau menerbitkannya. Namun novel ini baru meledak di Inggris tahun 1997 dan di Amerika diubah judulnya menjadi “Harry Potter and The Sorcerer’s Stone” setahun kemudian. Benarkah demikian? Bisa ya, bisa pula tidak. Mengapa demikian?
Menelisik novel perdana Harry Potter yang begitu banyak istilah sihir, simbol, binatang, dan ritual okultisme purba—seperti Black-Cat, Owl, Jubah Hitam, ‘Minerva’ McGoganall, Bolt of Lightning, Ular, Sapu Terbang, Quidditch, Mirror of Erised, Nicholas Flamel “Sang Grandmaster Illuminati”, Unicorn, Batu Bertuah—yang terjalin dengan begitu cermat dalam kisah dan intrik yang dialami Harry Potter di masa awal bersekolah di Hogwarts, sulit untuk membayangkan hal itu bisa dihasilkan dari seorang ibu rumah tangga biasa yang selama ini disematkan pada sosok JK. Rowling.
Sudah bukan rahasia umum jika sebuah novel sering berlatar belakang kehidupan penulisnya. Misal, John Grisham yang seorang lawyer dikenal sebagai penulis novel-novel ber-setting peristiwa hukum (The Firm), Mario Puzo yang sarat pengalaman dengan intrik dan konflik selama Perang Dunia II dikenal sebagai penulis kisah-kisah mafia (The Godfather), Michael Chrichton yang tenaga medis dan ahli biologi dikenal sebagai penulis novel-novel bersetting yang sama (A Case of Need, Five Patients), dan sebagainya.
Dan seorang JK. Rowling yang mampu menulis tujuh novel sangat tebal, yang sarat dengan ritual dan benda sihir, okultisme, simbol-simbol paganis seperti Celtics, Druids, bahkan Kabbalah, yang dijalin sedemikian rupa dengan apik dan mengalir, bahkan tujuh serial novelnya ini disebut oleh banyak kalangan sebagai “The Handbook of Magic” atau “The Handbook of Occult”—karena secara rinci memaparkan segala pernik tentang ritual sihir, termasuk mantera-manteranya—tentulah seseorang yang menguasai apa yang ditulisnya, minimal banyak tahu tentang hal tersebut. Darmana JK. Rowling mengasai seluk-beluk sihir tersebut? Jawabannya, sementara ini, ada dua latar belakang kehidupanya. Pertama, kota Edinburg tempat dimana dia tinggal, dan kedua, Universitas Exeter tempat dia menimba ilmu. Kedua tempat itu memang dikenal dekat dengan ilmu sihir, di mana Kabbalah—ritual Osirian Mesir Kuno—menjadi sumber utamanya
Wawasan JK. Rowling yang begitu dalam mengenai ritual dan simbol pagan-okultisme diyakini berasal dari dua latar belakang kehidupannya: Edinburgh dan Universitas Exeter.

Wawasan JK. Rowling yang begitu dalam mengenai ritual dan simbol pagan-okultisme diyakini berasal dari dua latar belakang kehidupannya: Pertama, dari sejarah masa lalu kota Edinburgh di mana JK. Rowling menggarap novel Harry Potter pertamanya, dan kedua, dari Universitas Exeter yang memang dikenal sebagai lembaga pendidikan yang sarat dengan pengajaran okultisme. Inilah penjabarannya :
Edinburgh
Kota Edinburgh berada di Teluk Fort yang berhadapan langsung dengan Laut Utara. Ia berada di Barat Skotlandia, berbatasan dengan kota Berwick on Tweed di Utara Great Britain. Sebelah timur Edinburgh berdiri kota Glasgow yang juga berada di dataran rendah.
Sejarah dunia mengenal kota kelahiran Harry Potter, Edinburgh, sebagai tempat pelarian utama para Ksatria Templar ketika Paus Clement V dan Raja Philip le Bel dari Perancis menumpasnya dari daratan Eropa di tahun 1307.
Kala itu, Skotlandia merupakan satu-satunya wilayah di Eropa yang bebas dari pengaruh Vatikan karena tengah diekskomunikasikan. Para Templar diterima dengan tangan terbuka oleh Raja Skotlandia, Robert de Bruce, dan mereka akhirnya menguasai serikat tukang batu bernama Mason yang kemudian dari nama ini para Templar mendirikan organisasi rahasia mereka yang baru: Freemasonry.
Sampai sekarang, markas para Freemason di seluruh dunia dinamakan “Loji”, “Loge”, atau “Lodge”, yang berasal dari sebutan gilda atau asrama tukang batu Skotlandia yang memang bernama Loji. Gedung Bappenas sekarang yang ada di Menteng, Jakarta Pusat, merupakan salah satu dari banyak Loji Freemasonry yang masih aktif sampai dengan tahun 1962.

Di Edinburgh inilah, para Mason Bebas mempraktekkan ilmu sihir Kabbalah dan menyelenggarakan ritual Luciferianistiknya. Di atas sebuah bukit, dekat Edinburgh dan hanya berjarak 15 kilometer dari pusat Templar kuno di Balantrodoch, para Templar mendirikan sebuah kapel yang awalnya diakui sebagai kapel keluarga, walau setelah pembangunannya selesai, kapel yang ada sama sekali tidak bisa disebut sebagai kapel keluarga karena terlalu mewah, besar, dan bernilai jika hanya dipakai oleh keluarga. Namun kalau yang dimaksud dengan istilah ‘keluarga’ adalah “Keluarga Besar Templar” atau “Persaudaraan para Templar” maka ini bisa saja. Pembangunan kapel ini dipimpin langsung oleh William St Clair.
Para Mason dan Rosicrusian terpilih didatangkan dari sejumlah negara Eropa untuk membangun kapel yang dinamakan Rosslyn Chapel. Selain didedikasikan kepada para Templar dan para leluhurnya, juga sebagai bentuk penghormatan pada para dewa-dewi, Kapel Rosslyn dipercaya didirikan sebagai bentuk tantangan kepada Gereja Katolik dan Paus. “Kami masih ada dan berdiri tegak setelah 150 tahun engkau menumpas kami!” mungkin seperti ini pesan para Templar terhadap Gereja.
Tidak seperti gereja pada umumnya, pembangunan dan arsitektur Kapel Rosslyn yang diselesaikan pada tahun 1450 sungguh-sungguh kental dengan segala ornamen dan simbol yang merepresentasikan keyakinan para Mason. Selain gereja, di sekeliling daerah itu juga dibuka sebuah perkampungan guna dijadikan tempat penampungan para Mason dan Rosicrusian yang bekerja membangun gereja ini.
Arsitektural kapel tersebut sungguh unik dan tiada duanya di seluruh daratan Eropa, bahkan dunia. Mungkin hanya Kuil Herod (Haikal Sulaiman) yang mampu menyamai kerumitan dan keindahan, sekaligus keseraman, arsitektural Rosslyn. Kapel ini dengan sangat tepat menangkap atmosfir Kuil Herod. Nyaris seluruh bagian dari kapel ini dihiasi dengan simbol-simbol Masonik. Di antara simbol itu adalah relief di dinding-dinding dan lengkungan-lengkungan yang menggambarkan kepala Hiram Abiff dan pembunuhnya, sebuah relief dari suatu upacara pembaiatan, dasar-dasar dari lengkungan, dan kompas-kompas.
Kapel ini diwarnai oleh warna paganisme dan okultisme yang kental, di mana di dalamnya bercampur elemen arsitektural gaya Mesir, Yahudi, Gothik, Norman, Celtik, Skandinavia, Templar, dan Masonik. Inilah puncak dan maha karya dari para tukang batu (Mason) saat itu. Salah satu aspek yang paling unik adalah puncak-puncak tiangnya yang didekor dengan motif bunga lili, kaktus, dan jagung, di samping bermacam-macam bentuk tanaman lainnya.
Dikarenakan banyaknya elemen dekoratif pagan di dalam kapel ini, sehingga seorang pendeta, yang menuliskan kisah tentang pembaptisan yang dilakukan oleh Baron Rosslyn, tahun 1589 mengeluh, “Karena kapel dipenuhi oleh patung-patung pagan, tidak ada tempat yang sesuai untuk menyelenggarakan Sakramen”. Ini artinya tiada tempat yang bersih dari simbol-simbol paganisme. Namun pada tanggal 31 Agustus 1592, berkat tekanan yang dilakukan terhadap Baron Oliver St. Claire dari Rosslyn, altar kapel yang bergaya pagan dihancurkan.
Rosslyn sendiri dalam bahasa Gaelik memiliki arti sebagai “Pengetahuan kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi”, ini memiliki arti yang sama dengan Kabbalah yakni “Pengetahuan Rahasia kuno yang diturunkan secara turun-temurun lewat lisan”.
Adik kandung JK. Rowling, Diana, tinggal di kota ini. Dan ketika menggarap novel pertamanya, entah novel-novel berikutnya, Rowling menumpang di rumah Diana tersebut. Rowling biasa menulis di kafe-kafe di sekitar rumahnya itu. Tidak disebutkan apakah dia bepergian juga atau melakukan riset dengan mengunjungi Rosslyn Chapel, dan atau melakukan wawancara atau bersahabat erat dengan sejumlah tokoh Mason di sana. Namun warna Okultisme yang memang banyak di Edinburgh, memang menjadi “darah” bagi serial Harry Potter-nya.
Universitas Exeter
Motto Universitas Exeter adalah “Lucem sequimur” yang berarti “Kami Mengikuti Cahaya”. Mungkin bagi orang awam, istilah “Cahaya” di sini dipersepsikan sebagai ilmu pengetahuan. Namun dalam paganism-codex, “Light” atau “Cahaya” merupakan nama lain daripada “Lucifer”.
Wikipedia menyebut Exeter, Inggris, dengan kalimat, “Exeter ialah sebuah kota di Inggris. Merupakan ibukota Devon. Penduduknya berjumlah 100.000. Di kota ini ada sebuah katedral, reruntuhan kastil, dan sejumlah dinding peninggalan Kekaisaran Romawi. Exeter dibangun oleh bangsa Romawi, yang menyebutnya Isca Dumnoniorum. Setelah mereka meninggalkannya dan bangsa Anglo-Sakson pindah di abad ke-7, nama ini diubah menjadi Exeter. Kemudian Exeter menjadi pusat perlawanan dalam penaklukan Normandia. Sekarang kota ini menjadi tempat kedudukan Meteorological Office, yang memperkirakan cuaca di negeri ini.”
Yang menarik, di bawah keterangan ini ada sub judul “Kota Kembar” yang menyebutkan: Rennes, Perancis. Itu berarti Exeter banyak persamaan dengan wilayah di selatan Perancis yang sejak dulu memang sarat dengan kepercayaan Kabbalah. Sekurangnya ada tiga tempat di sini yang menggunakan istilah “Rennes” yakni Rennes Le Chateau (legenda Grail dengan Pastor Berenger Sauniere, dipaparkan secara panjang lebar dalam buku “The Holy Blood, Holy Grail”), Rennes Le Bans, Coustassa (misteri kematian Abbe Antione Gelis yang sampai kini tidak terpecahkan), dan Pyrennes, nama pegunungan di mana banyak kota-kota kecil ada di sekitarnya.
Di wilayah ini juga ada kota kecil bernama Provence, di mana untuk pertama kalinya ajaran Kabbalah yang biasanya diwariskan dengan lisan, dibukukan. Tahta Suci Vatikan mengenal daerah ini sebagai sarang Heresy. Sebab itu, selatan Perancis sampai saat ini merupakan daerah yang tertinggal dalam pembangunan fisik (ditelantarkan?) dan dibiarkan tumbuh dengan sendirinya.

Orang-orang di sini percaya, jasad Maria Magdalena—sosok yang sangat dipuja oleh persaudaraan-persaudaraan rahasia okultisme seperti Illuminaty, Templar, Rosikrusian, dan Freemasonry, sebab itu Maria Magdalena dianugerahi julukan ‘Iluminatrix’ yang berarti “Cahaya di atas Cahaya”, serupa dengan arti nama Lucifer—dikubur di dalam tanahnya. Sebab itu, ada larangan resmi untuk menggali tanah di sekitar daerah ini bahkan untuk menanam sebatang pohon pun!
Selatan Perancis merupakan daerah kuno yang sudah ditinggali dan sudah memiliki kepercayaan jauh sebelum agama Kristen lahir. Terdapat banyak terowongan di bawahnya yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Banyak rahasia dan mitos di sini, antara lain harta karun Templar dipercaya juga dipendam di dalam tanahnya. Konon, Yoseph Arimatea menyelamatkan Maria Magdalena dari Yerusalem ke Perancis Selatan ini dan Maria meninggal dunia di sini. Setiap tahun, tiap 22 Juli diselenggarakan Festival Magdalena di selatan Perancis.
Universitas Exeter, tempat dimana selama empat tahun JK. Rowling kuliah bahasa Perancis, memang dikenal sebagai lembaga pendidikan yang banyak bersentuhan dengan ritus-ritus pagan-okultisme seperti Druid, Celtics, dan Kabbalah. Hal ini tidak aneh karena kota ini memang dibangun oleh bangsa Romawi yang memang akrab dengan ritual-ritual seperti itu. Bahkan walau mereka kemudian menerima kekristenan, namun banyak simbol-simbol pagan-okultis tetap dipertahankan walau di dalam Vatikan City sekalipun, dan banyak juga yang diambil sebagai bagian dari ritual Gereja
Selama kuliah di Universitas Exeter-Inggris, JK. Rowling juga mendalami okultisme dan ritual-ritual sihir secara resmi. Ini dikatakan Mastrisciana.

Dalam video berjudul “Harry Potter: Witchcraft Repackaged video” yang banyak disertakan dalam diskusi para pendidik dan gereja di Amerika dan juga Inggris, salah seorang narasumber bernama Mastrisciana menyatakan jika JK. Rowling selama di Universitas Exeter tidak hanya mempelajari bahasa Perancis, namun juga mendalami okultisme di sana.” (Martha Kleder for Concerned Women for America-WMA, “Harry Potter: Seduction of the Occult”, Dec 2001).
Apa yang dikatakan Mastrisciana memang sangat beralasan karena Universitas Exeter secara resmi mengajarkan okultisme dan paganisme dengan segala pernak-perniknya kepada para mahasiswanya. Universitas Exeter memiliki jurusan tersendiri untuk pendidikan okultisme, yang terdapat dalam spesifikasi program “Western Esotericism” di bawah HuSS (School of Humanities and Social Sciences).
Program bergelar Master of Arts Western Esotericism (MA-Western Esotericism) ini mempunyai modul-modul pembelajaran, antara lain:
• Alexandrian Hermetism, Neo-Platonism, dan Astrology (15 satuan kredit)
• The Hermetic Art of Alchemy (15 satuan kredit)
• Pencerahan Kabbalah dan Pengaruhnya (15 satuan kredit)
• Rosicrucianism dan Freemasonry (15 satuan kredit)
• Theosophy dan Esotericism Global (30 satuan kredit)
• Tradisi Esoteric dalam Literatur dan Masyarakat Inggris 1550 - 1670 (15 satuan kredit)
• The Esoteric Body (15 satuan kredit)
• Sufism and Islamic Devotional Life (15 satuan kredit)
• Heretics and Mystics: Language, Society and the Divine 1300-1500
• Witchcraft in History (30 satuan kredit)
• The Disenchantment of the World? Society and the Supernatural in Early Modern Europe (30 satuan kredit), dan sebagainya.
Mengingat program ini merupakan program paruh waktu (part-time programme) yang bisa diikuti selama 23 bulan dengan keseluruhan 180 satuan kredit, maka pertanyaannya: “Adakah JK. Rowling telah mengikuti program ini?” Berbagai buku dan literatur yang ada mengenai Harry Potter belum ada yang menerangkan soal yang satu ini.
Walau demikian, faktanya adalah jika JK. Rowling sangat memahami dan menguasai pengetahuan tentang sihir dan praktek-praktek ritualnya, yang secara jelas bisa dibaca siapa saja dalam ketujuh serial Harry Potter. JK. Rowling bukanlah seorang ibu biasa.
Harry Potter and The Sorcerer Stones
Kepada penerbitnya, JK. Rowling pernah bercerita jika sejak dia menggarap novel pertama Harry Potter, maka di benaknya sesungguhnya telah tersimpan serial Harry Potter secara lengkap, hingga seri ketujuh di mana Rowling menyatakan salah seorang tokoh penting akan menemui kematian.
Serial pertama berjudul “Harry Potter and The Philosopher Sone’s” yang setahun kemudian di Amerika diganti menjadi “Harry Potter and The Sorcerer Stone’s” mengisahkan tentang awal perkenalan Harry Potter yang sesungguhnya dari kaum Muggle—kaum yang tidak menyukai dunia sihir—dengan ilmu sihir.
Sinopsis singkatnya adalah: Pada suatu pagi dalam perjalanannya ke kantornya, Uncle Vernon Dursley melihat banyak hal-hal aneh terjadi. Ia menemui kucing yang dapat membaca peta di sudut jalan Privet Drive, orang-orang berjubah hitam, dan burung hantu yang terbang di siang hari. Padahal burung hantu diketahuinya hanya terbang di malam hari.
Paman Dursley berfikir bahwa kejadian aneh tersebut ada hubungannya dengan saudara iparnya yang bernama Lily dan Potter. Paman Dursley adalah orang yang tidak percaya pada mistik atau sihir. Sebab itu, dia dan istrinya (Petunia) tidak mau jika mereka berdua dihubungkan dengan Lily dan Potter sebagai penyihir. Paman Dursley dan bibi Petunia tinggal Privet Drive no. 4 Inggris bersama dengan anak mereka yang bernama Dudley dan seorang keponakan yang masih kecil bernama Harry Potter.
Sementara itu, Kepala Sekolah Hogwarts, penyihir Albus Dumbledore bertemu Profesor Minerva McGonagall, bawahannya di Hogwarts, serta seorang manusia raksasa yang bernama Hagrid di luar rumah keluarga Dursley. Dumbledore bercerita jika Voldemort telah membunuh Lily dan Potter, tetapi dia tidak berhasil membunuh bayi mereka yang bernama Harry. Voldemort hanya bisa menorehkan tanda kilat di kening Harry Potter, satu simbol yang terus membekas hingga Harry besarnanti. Dumbledore menyelamatkan Harry dan menaruhnya di depan pintu rumah keluarga Dursley yang mempunyai hubungan keluarga dengan Harry. Dumbledore ingin mengajak Harry untuk bersekolah di Hogwarts.
Saat ulang tahun Dudley yang ke-10 Harry diajak ke kebun binatang. Di sinilah seekor ular Boa dari Brazil tiba-tiba ular membuka matanya dan berkata kepada Harry jika dia bosan tinggal di situ. Tiba-tiba kaca bagian depan kandang ular lenyap dan ular itu meluncur keluar. Paman Dursley pun menghukum Harry.
Surat misterius yang ditujukan untuk Harry datang ke rumah keluarga Dursley. Surat itu datang terus dan jumlahnya semakin banyak. Dursley marah ketika Harry meminta surat tersebut. Akhirnya Dursley membawa keluarganya mengungsi ke gubuk kecil diatas karang besar yang menjorok ke laut. Tepat jam dua belas malam saat ulang tahun Harry yang ke-11, Hagrid datang ke gubuk itu bersamaan dengan badai dan ombak besar yang menghantam batu karang. Hagrid membawa surat dari Prof. McGonagall untuk membawa Harry ke Hogwarts. Hagrid juga bercerita jika ayah ibu Harry sebenarnya meninggal dibunuh Voldemort. Harry kaget, apalagi ketika mengetahui jika ayah dan ibunya merupakan penyihir terkenal.
Hagrid membawa Harry ke London, berbelanja berbagai keperluan sekolahnya. Sebelum belanja, Hagrid mengajak Harry ke Gringotts untuk mengambil uang. Gringotts adalah nama bank tempat penyihir menyimpan uang. Di toko Madam Malkin, Harry bertemu Darco Malfoy yang sombong dan arogan. Ia memamerkan berbagai benda dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia sihir hingga membuat Harry muak padanya. Namun di situlah Harry berkenalan dengan benda-benda sihir.
Pada 1 September, Dursley mengantarkan Harry ke stasiun King’s Cross. Harry harus mencari peron sembilan tiga perempat untuk menemukan kereta “Hogwarts Ekspres” yang akan membawanya ke Hogwarts. Harry duduk bersama Ron. Ron banyak bercerita mengenai dunia sihir yang belum dikenal Harry. Harry dan Ron kemudian berkenalan dengan Hermione.
Harry harus melewati seleksi karakter untuk masuk ke kelompok Gryffindor. Saat pelajaran ramuan yang diajar Prof Severus Snape, Harry dicecar pertanyaan yang semuanya tidak dapat dijawabnya. Terlihat kebencian dari pandangan Prof. Snape kepada Harry. Harry menceritakan perlakuan Snape kepada Hagrid saat Hagrid mengundangnya minum teh di rumahnya. Di rumah Hagrid, Harry membaca artikel yang memuat berita pencurian yang gagal di ruangan besi no. 713 di Gringotts.
Singkat cerita Harry bisa bergabung dengan kelompok Gryffindor dan mengikyti pertandingan Quidditch pertamanya. Namun sapu Harry menjadi tak terkontrol. Hermione melihat Snape sedang membaca mantra dan membuat sapu Harry tak terkontrol. Hermione menghentikan mantra Snape dengan membakar jubah Snape dan kemudian memadamkannya sebelum Snape tahu jika Hermione yang melakukannya. Sapu terbang Harry kembali terkontrol dan Gryffindor berhasil memenangkan pertandingan. Sebuah akhir yang membahagiakan.
Di hari Natal, Harry mendapat bingkisan dari ayahnya yang dititipkan pada Prof. Dumbledore berupa jubah gaib. Siapapun yang menggunakan jubah itu, ia tidak akan terlihat. Harry memakainya untuk mengelilingi ruangan di Hogwarts hingga akhirnya ia menemukan Mirror of Erised. Saat Harry melihat cermin itu, ia dapat melihat kehidupan ayah ibunya.
Setelah natal berlalu, Harry, Ron, dan Hermione mulai memecahkan misteri hubungan antara kejadian perampokan di Gringotts dengan sebuah barang yang dijaga anjing berkepala tiga. Dari buku yang dibaca di perpustakaan mereka akhirnya mengetahui bahwa yang dijaga anjing berkepala tiga adalah sebuah batu bertuah yang pernah dibuat oleh Nicolas Flamel dan Dumbledore serta menjanjikan kehidupan abadi bagi yang berhasil mendapatkannya. Harry melihat sosok berkerudung meminum darah unicorn. Unicorn adalah makhluk berkepala manusia tetapi berkaki kuda dan dapat berbicara. Sosok berkerudung itu mencoba menyerang Harry, namun Harry berhasil diselamatkan oleh Centaurus yang mengatakan bahwa sosok itu adalah Voldemort. Harry juga telah mengetahui Voldemort mencoba mencuri batu bertuah.
Harry memutuskan bahwa ia harus mendapatkan batu bertuah sebelum Voldemort mendapatkannya. Malam harinya Harry, Ron, dan Hermione menyelinap masuk ke koridor terlarang di lantai tiga. Harry harus melewati beberapa rintangan untuk mencapai ruangan tempat batu bertuah di simpan.
Di rintangan pertama Harry berhasil mengalahkan anjing berkepala tiga dengan memainkan seruling. Harry mendapatkan cara tersebut dari Hagrid karena anjing itu kepunyaan Hagrid. Permainan catur berhasil di taklukkan Ron walaupun ia harus terluka dan meminta Harry serta Hermione melanjutkan rintangan berikutnya.
Rintangan selanjutnya, Harry dan Hermione harus menentukkan ramuan mana yang dapat digunakan untuk membuka pintu. Hermione berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Namun hanya satu orang yang bisa masuk ke dalam ruang berikutnya untuk melanjutkan permainan. Harry masuk dan menghadapi rintangan berikutnya. Harry bertemu dengan Quirell pada rintangan berikutnya dan Quirell ingin membunuh Harry.
Mengetahui Harry berniat mengambil batu bertuah, maka Quirell menyuruh Harry berdiri di depan Mirror of Erised melihat apa yang terjadi dan mengatakannya pada Quirell. Harry melihat dirinya mendapatkan batu bertuah dan menyimpannya di saku. Pada saat yang sama ia merasakan batu itu telah berada di dalam sakunya. Harry berbohong pada Quirell mengenai apa yang dilihatnya. Tiba-tiba Quirell mengurai surbannya dan dari belakang kepala tampak sepotong wajah mengerikan. Voldemort telah masuk ke tubuh Quirell dan menyerang Harry hingga pingsan.
Saat sadar, Harry berada di rumah sakit ditemani Prof Dumbledore. Dumbledore datang menyelamatkan Harry pada saat yang tepat. Ia juga mengatakan telah menghancurkan batu bertuah bersama Nicholas Flamel.Setelah kondisinya pulih, Harry, Ron, Dan Hermione mendapat poin atas apa yang telah mereka lakukan sehingga Gryffindor memenangkan piala asrama. Liburan musim panas tiba dan Harry memilih pulang untuk menghabiskan liburannya bersama keluarga Dursley. Serial pertama pun tamat.
Di kisah pertamanya ini, kita akan banyak mendapati benda-benda mistik, simbol-simbol okultis, dan hewan-hewan yang terdapat dalam berbagai legenda sihir yang sebenarnya memang diyakini dalam dunia gelap hingga sekarang. Tulisan berikutnya insya Allah akan memaparkan satu-persatu semua itu berikut gambar dan fotonya
Sebagai seorang yang telah mendalami sihir dan okultisme di Exeter University, Rowling tidak sembarangan mencomot nama bagai karakter-karakternya. Semua nama karakternya memiliki simbolisme atau terkait dengan nama-nama atau istilah okultisme.

Tidak salah jika banyak orang menganggap serial pertama Harry Potter sebagai sejenis buku pengantar ke dalam dunia sihir. Dalam serial pertamanya, Harry kecil, anak seorang Muggle (kaum yang tidak suka pada sihir), diperkenalkan dengan dunia sihir. Hal itu mengubahnya menjadi seorang anak yang sangat gandrung dengan sihir. Hal yang sama, mungkin tanpa disadari, juga dialami jutaan anak kecil yang membaca dan melihat film pertamanya. Jutaan anak-anak di dunia yang tadinya awam dengan dunia sihir, bisa diubah seratus delapan puluh derajat. Apa yang dialami Harry Potter, juga dialami jutaan anak-anak tersebut.
J.K. Rowling sangat paham jika nama-nama karakter di dalam novel (juga di dalam film) sangat besar pengaruhnya bagi orang yang membaca atau memirsanya. Sebagai seorang yang telah mendalami sihir dan okultisme di Exeter University, Rowling tidak sembarangan mencomot nama bagai karakter-karakternya. Semua nama karakternya memiliki simbolisme atau keterkaitan dengan nama-nama atau istilah okultisme. Inilah beberapa di antaranya:
Harry Potter
Harry adalah sebutan akrab untuk “Harold” yang memiliki arti sebagai “Panglima Perang”. Konon, nama ini diambil oleh Rowling dari nama seorang sahabatnya sewaktu masih anak-anak.
Ron Weasley
Dia merupakan sahabat dekat Harry Potter bersama Hermione Granger. Ron Weasley bisa diterjemahkan sebagai "Running Weasel" dalam bahasa yang lain. Hal ini terkait dengan mitologi tentang jagoan main catur Dinasti Keenam. Ron juga berarti “Penasihat Sang Raja.”
Hermione Granger
Hermione Granger adalah gadis cantik yang bersama Ron Weasley merupakan sahabat dekat Harry Potter. Hermione memiliki arti sebagai “Sang pembawa pesan”. Dalam mitologi Yunani, Hermione disamakan dengan Hermes, The Messenger of the Gods. Hermione juga dipakai oleh Shakespeare sebagai nama seorang ratu dalam “The Winter Tale”.
Albus Dumbledore
Albus Dumbledore merupakan Kepala Sekolah Hogwarts. Albus merupakan istilah latin untuk “Putih”, sedangkan Dumbledore sebuah istilah Inggris kuno yang berarti “lebah besar yang berbulu”. Untuk istilah yang terakhir, Rowling menyatakan jika dia menamakan karakter ini karena orangua berjanggut putih panjang ini suaranya seperti bergumam, mirip dengan dengungan lebah. Hanya saja, istilah “Albus” sebenarnya nama figur Geomancy (sejenis Feng Shui) yang memiliki arti sebagai Yang Bijak, Pemecah Masalah Yang Baik, dan juga merujuk pada Yang Tercerahkan. Arti yang terakhir ini sama artinya dengan istilah Illuminatrix atau Iluminaty.
Minerva McGonagall
Dia adalah wakil dari Albus Dumbledore. Minerva adalah nama Dewi Kebijaksanaan dan Dewi Kesenian bangsa Romawi, juga Dewi Perdagangan dan Seni Perang. Sedangkan “McGonagall” merupakan nama Skotlandia yang berarti Pemberani.
Argus Filch
Argus Filch merupakan salah seorang pejabat di Hogwarts. “Argus” adalah nama sebuah monster dalam mitologi Yunani yang memiliki ribuan mata. Sedangkan “Steal” artinya “Pencuri”.
Sirius Black
Sirius Black merupakan bapak baptis dari Harry Potter. Sirius merupakan nama sebuah rasi bintang berbentuk seekor anjing, sebab itu Sirius juga disebut sebagai “Bintang Anjing”. Ini merupakan bintang paling terang di angkasa. Dalam bahasa Yunani, Sirius ditulis sebagai “Seirios” yang artinya “Membara”. Namun Rowling menggandengkannya dengan kata “Black” yang tidak ada arti lain selain kegelapan. Rowling jelas tengah memainkan lakon “Seni Manipulasi Illuminaty” yang memang sering memainkan logika manusia dengan dua hal yang saling bertolak-belakang.
Hampir semua keluarga Sirius Black diberi nama bintang: Bellatrix, Regulus, Andromeda dan Draco. Ritual Mesir kuno, Kabbalah, memang gemar dengan perhitungan perbintangan.
Rubeus Hagrid
Dia merupakan satu-satunya sahabat dan pelindung Harry Potter yang bertubuh raksasa. Hagrid sendiri bisa berarti Raksasa, namun juga memiliki arti sebagai Peminum. Rubeus Hagrid merupakan dewa yang paling ramah. Walau demikian, Hagrid dituduh oleh Hades untuk ikut bertanggungjawab atas terbunuhnya anak Perseus yang telah membunuh Medussa, sebab itu dia dilarang ke Olympus. Oleh Zeus, Dewa Tertinggi, Hagrid dikasihani dan dia memberikan Hagrid suatu tugas untuk menjaga seekor monster yang baik (suatu kontradiksi lagi seperti halnya Sirius Black) yang berada di Olympus.
Draco Malfoy
Musuh Harry Potter, penghuni asrama Slytherin. Draco dalam bahasa latin berarti Naga. Dalam legenda latin kuno, merujuk pada monster naga. Sedangkan “Malfoy” sesungguhnya dua nama yang disatukan: Mal dan Foy. “Mal” dalam bahasa latin dan Spanyol berarti “Yang jelek” yang biasanay merujuk pada sosok Setan. Sedangkan “Foy” dalam bahasa latin berarti “Kepercayaan”. Sebab itu, Malfoy bisa diartikan sebagai “Kepercayaan kepada Setan”.
Lucius Malfoy
Ini nama ayah dari Draco Malfoy. Lucius adalah istilah lain untuk Lucifer, yang diyakini sebagai nama Dajjal. Namun bagi kalangan okultis, Lucius atau Lucifer diartikan sebagai Sang Cahaya (Luciferis), sama artinya dengan istilah “Illuminaty” (Cahaya). Nama Lucius juga dipakai oleh salah seorang penguasa Roma, bernama Seneca yang memiliki nama lengkap Lucius Annaeus Seneca, seorang negarawan ternama, filsuf, dan orator. Tiga Paus juga dilahirkan dengan nama Lucius. Walau demikian, sekarang ini sepertinya nama Lucius sudah dianggap menjadi nama banyak orang-orang penting dunia.
Narcissa Malfoy
Isteri dari Lucius Malfoy dan ibu dari Draco Malfoy. Dalam mitologi Yunani Kuno, nama Narcissa merujuk pada seorang tokoh yang mencintai dirinya sendiri saat dia melihat bayangan dirinya di danau yang jernih. Istilah “Narsis” sekarang ini berasal dari mitologi Narcissa.
Severus Snape
Dia adalah Kepala Asrama Slytherin. Severus adalah nama lain dari “Severe” yang memiliki arti sebagai Kasar, Berbahaya, Tidak disukai banyak orang karena kehadirannya selalu menimbulkan kegelisahan, Memiliki ego yang besar, dan sebagainya. Sedangkan “Snape” merupakan nama seekor ular di Slytherin.
The Grey Lady
Dia adalah nama hantu yang menghuni sekolah Hogwarts. Sosok yang satu konon benar-benar nyata dan menjadi satu legenda di Benteng Chilingham di Alnwick, Northumberland. Benteng atau Kastil tersebut terkenal angker karena pernah dalam sejarahnya banyak orang disiksa hingga mati di salah satu kamarnya. Salah satu hantu yang paling terkenal, bernama The Grey Lady, yang sering menganggu orang dengan rintihan dan bunyi tapak kaki di gang-gang dan tangga. Entah disengaja atau tidak, film Harry Potter juga mengambil lokasi di kastil angker tersebut.
JK. Rowling menggunakan anagram dengan menuliskan “Desire” sebagai “Erised”. Anagram merupakan penyandian kata atau kalimat yang sering digunakan Ksatria Templar dan kelompok-kelompok okultis lainnya.

Sekarang, kita akan mengulas satu demi satu simbol, benda, istilah, dan segala hal yang terkait dengan sihir. Tentu tidak semuanya karena hal itu teramat banyak terdapat di dalam buku maupun film pertamanya. Beberapa di antaranya adalah:
Burung Hantu (The Owl)
Burung Hantu sekarang sering diidentikkan sebagai simbol kebijaksanaan dan pengetahuan. Ini sebenarnya pengertian yang salah dan sudah dimanipulasi. Simbol Burung Hantu (The Owl) bersumber dari akar kabbalah dalam ritus Osirian Mesir Kuno yang mewakili sosok Dewi Iblis bernama Lilith. Burung ini sejak lama menjadi simbol bagi okultisme, shamanisme, dan sejumlah ritus Luciferian (penyembahan setan).
Dalam mitologi okultisme, Dewi Iblis Lilith diyakini sebagai isteri pertama Adam sebelum Eva. Disebabkan Lilith ingin menguasai semuanya, termasuk menguasai Adam, maka dia dibuang ke bumi dan kemudian menikah dengan Lucifer, The Fallen Angel, yang juga dibuang dari surga ke bumi. Perkawinannya dengan Lucifer menghasilkan Baphomet, mahluk setengah manusia setengah binatang dan juga mahluk androgini (berkelamin ganda). Atau yang lebih dikenal sebagai Kambing Iblis atau Goat Mendez. Ini merupakan simbol utama Gereja Setan. Simbol kepala Baphomet ini ada dalam arsitektur tata ruang Menteng, wilayah elit yang dibangun Freemasonry Belanda di awal abad ke-20 sebagai pusat kekuasaan Jakarta dan juga Indonesia.
Illuminati dan Bohemian Groove merupakan dua kelompok rahasia Luciferian yang mengambil The Owl sebagai salah satu simbol utamanya.
Orang-Orang Berjubah Hitam
Jubah hitam merupakan pakaian ritual kaum Luciferian atau penyembah setan. Gereja setan, seperti halnya Illuminati, Freemasonry, Rosikrusian, juga mengenakan jubah hitam dalam menyelenggarakan ritualnya.
Kucing
Kucing merupakan hewan kesayangan Firaun dan seekor binatang yang dekat dengan kultur sihir Osirian Mesir. Kucing hitam dalam mitologi Barat dan Okultisme dikenal sebagai The Devil Cat atau Kucing Setan. Dalam kepercayaan tahayul sebagian masyarakat kita pun dulu dikenal jika orang mati dilompati kucing hitam maka dia akan bisa hidup kembali atau arwahnya menjadi penasaran.
Tanda Kilat (Lightning atau Thunderbolt)
Voldemort membunuh kedua orangtua Harry Potter namun gagal menghabisi Harry Potter yang masih bayi. Voldemort hanya berhasil membuat luka gores di jidat Harry Potter dimana luka gores itu (Scarface) berbentuk kilatan halilintar atau yang dikenal juga sebagai Thunderbolt. Kilatan halilintar itu mirip dengan simbol kilat menyerupai huruf S. Ini pun merupakan simbol iblis. Dan simbol ini masih membekas dengan cukup nyata di kening Harry Potter hingga dia dewasa.
Tahukah Anda jika simbol kilat yang sama juga dipakai oleh Anton Szandor La Vey, pendiri Gereja Setan, sebagai salah satu simbol medalion Gereja Setannya, di mana simbol kilat diletakkan di tengah simbol Pentagram terbalik (Baphomet).
Selain itu, simbol kilat serupa juga dipakai sebagai simbol pasukan elit Nazi Hitler, SS-Waffen, yang juga merupakan pasukan rahasia okultis Hitler di bawah komando Heinrich Himler. Kekristenan menganggap simbol kilat ini sebagai perwujudan setan. Dalam Injil Lukas 10: 18, Yesus disebutkan mengatakan, “Aku melihat setan jatuh dari surga bagaikan kilat.” Kemudian, “Dan kalian akan melihat, namanya akan tergores di bagian depan wajahnya.” (Rev 22:4)
Ular (The Snake)
Serial Harry Potter sangat banyak menggunakan binatang yang satu ini. Paham okultisme meyakini jika ular merupakan simbol kebijaksanaan. Ketika turun ke bumi mengikuti Adam, Lucifer juga diyakini mengambil perwujudan seekor ular. Dalam kepercayaan sihir bangsa-bangsa purba, ular memang dikenal dekat dengan kepercayaan satanic. Hal ini berlaku sampai sekarang.
Mirror of Erised
Dalam serial pertamanya, terdapat sebuah cermin yang bisa mewujudkan keinginan Harry Potter, disebut sebagai The Mirror of Erised (Bab 12). Disini JK. Rowling menggunakan sebuah anagram dengan menuliskan “Desire” sebagai “Erised”. Anagram merupakan salah satu bentuk penyandian kata atau kalimat yang sering digunakan Ksatria Templar dan kelompok-kelompok okultis lainnya untuk menyembunyikan pesan rahasia mereka. Salah satu keinginan Harry Potter adalah melihat sosok kedua orangtuanya yang diwujudkan oleh cermin tersebut.
Siapa pun tahu, cermin merupakan perangkat utama okultisme dalam melihat masa lalu dan masa depan (meramal). Dalam buku “A-Z of Wicca” (Gernina Dunwich, hal.114) disebutkan, “Praktik peramalan yang merupakan praktik sihir untuk mengetahui masa lalu, sekarang, atau masa depan selalu menggunakan media cermin atau kaca, bola kristal, lilin, bayangan air, dan sebagainya.”
Ensiklopedia Okultisme juga menyinggung tentang benda yang satu ini. Dikatakan, “Orang-orang yang mempelajari okultisme selalu menggunakan cermin untuk bisa melihat dunia roh…” (Gerald & Grosset, Dictionary of the Occult, p. 153)
Dalam serial pertama Harry Potter, cermin tersebut memang digunakan Harry untuk bisa bertemu dengan roh kedua orangtuanya. Orang-orang Kristen Barat menuding JK. Rowling mengajarkan sesuatu yang dilarang oleh agama mereka, sebab Alkitab jelas-jelas melarang praktek-praktek menghubungi atau menghadirkan roh orang mati (Deuteronomy 18:11). Alkitab juga dengan tegas juga menyatakan jika orang yang masih hidup tidak akan bisa berhubungan dengan orang yang sudah mati (Lukas 16:19-31).
Alkemi dan Nicholas Flamel
Alkemi merupakan ilmi kimia abad pertengahan di Eropa yang konon mampu mengubah logam biasa menjadi emas. “Secara simbolis, ilmu kimia abad pertengahan adalah suatu seni yang kebatinan untuk mengubah bentuk manusia yang rohani ke dalam suatu format yang lebih tinggi dan abadi." (Geddes& Grosset, Dictionary of the Occult, hal. 15-17).
Sejarah dunia mengenal salah seorang tokoh Alkemi utama bernama Nicholas Flamel, di mana nama ini dengan jelas telah dipakai JK. Rowling sebagai salah satu karakter serial pertama Harry Potter yang menjaga batu bertuah. Salah satu Ritual Masonic memang dekat dengan penggunaan batu-batu yang setelah melalui prosesi sihir tertentu dianggap memiliki tuah atau keajaiban.
Selain yang sudah dipaparkan di atas, ada banyak simbol-simbol atau mahluk Okultis lainnya yang dipaparkan dalam Harry Potter serial pertamanya, antara lain: Quidditch, Sapu Terbang, Nimbus, Anjing Berkepala Tiga, Quirell, dan Catur.
Yang belakangan, Catur (The Checkered) jelas-jelas merupakan simbol Freemasonry. Hampir seluruh loji Freemasonry di seluruh dunia memiliki lantai kotak-kotak hitam putih yang disebut The Checkered Floor, yang digunakan dalam ritual inisiasi calon Mason baru atau kenaikan derajat keanggotaan.
Inisiasi Lindsay Lohan sebagai anggota The Kabbalah Center of Los Angeles dilakukan Madonna di atas panggung pembukaan MTV Award di tahun 2003 di mana lantai panggung didesain berbentuk papan catur.
Bukti lainnya yang tidak bisa dibantah adalah keterkaitan asal-muasal sihir Harry Potter dengan Mesir Kuno, tempat di mana Kabbalah sebagai ilmu sihir Mesir Kuno yang melahirkan berbagai kelompok okultis berasal.

Serial pertama Harry Potter, The Philosopher Stone’s (dalam versi yang terbit di Amerika diubah menjadi The Sorcerer Stone’s), mendulang sukses yang luar biasa. Jutaan anak-anak langsung terpikat dengan dunia sihir Harry Potter yang dianggap ajaib. Anak-anak tentu cepat takjub dengan hal-hal yang bisa dengan seketika seperti halnya “magic”. Namun tanpa disadari, jutaan anak-anak lewat novel tersebut menjadi begitu dekat dengan dunia sihir yang sebenarnya dalam pandangan agama apa pun dianggap mewakili “Kuasa Kegelapan” atau “Ajaran Iblis”. Tidak ada sihir putih atau sihir hitam, seperti yang JK. Rowling tulis dan katakan dalam berbagai wawancaranya.
Serial pertama dengan cepat disusul oleh serial-serial berikutnya hingga yang terakhir, Harry Potter and The Deathly Gallows. Berikut adalah serial Harry Potter lengkapnya:
• Harry Potter and The Sorcerers Stone
• Harry Potter and the Chamber of Secrets
• Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
• Harry Potter and the Goblet of Fire
• Harry Potter and The Order of the Phoenix
• Harry Potter and the Half-Blood Prince
• Harry Potter and the Deathly Gallows
Harry Potter dan Madame Blavatsky
Bukti lain yang sangat jelas dan tak terbantahkan adalah dipakainya nama salah seorang tokoh dunia Freemasonry, pendiri gerakan Theosofie Internasional, yakni Madame Blavatsky. Dalam serial Harry Potternya, JK. Rowling memberi nama seorang pengarang perempuan yang menulis buku pelajaran ramalan yang dipakai murid-murid sekolah sihir Hogwarts, berjudul “Menyingkap Kabut Masa Depan”, dengan nama Cassandra Vablastky. Siapa sebenarnya orang ini?
JK. Rowling lagi-lagi menggunakan anagram, bentuk penyandian kegemaran Templar dan Mason, dengan menuliskan “Vablatsky” untuk nama Blavatsky.
Madame Blavatsky sangat dekat dengan sejarah Freemasonry di Indonesia. Perempuan Yahudi Rusia bertubuh cebol dengan tatapan mata yang seperti burung hantu ini di zaman penjajahan Belanda memiliki sebuah kediaman dengan tanah yang cukup luas di pusat Jakarta, tepatnya di seberang Gedung Bank Indonesia sekarang. Sekarang, tanah tempat rumah Blavatsky dipakai untuk membangun gedung Depertemen Pos dan Telekomunikasi di Jalan Medan Merdeka Timur. Dahulu, ruas jalan ini sering di sebut Blavatsky Weg atau Jalan Blavatsky. Blavatsky inilah Mbah-nya ajaran pluralisme yang sekarang digembar-gemboran kaum Liberal, apakah itu yang bernama Jaringan Islam Liberal (JIL) maupun para pendukung Liberalis lainnya.
Harry Potter dan Mesir Kuno
Bukti lainnya yang tidak bisa dibantah adalah keterkaitan asal-muasal sihir Harry Potter dengan Mesir Kuno, tempat di mana Kabbalah sebagai ilmu sihir Mesir Kuno yang melahirkan berbagai kelompok okultis berasal.
Dalam serial Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, diceritakan ketika keluarga Ron Weasley berlibur ke Mesir, Hermione mengaku jika dirinya begitu takjub dengan para penyihir Mesir yang dianggapnya sebagai sumber segala sumber ilmu sihir dunia. Apa yang ditulis JK. Rowling ini merupakan petunjuk kuat jika Dunia Sihir Harry Potter memang berasal dari sihir Mesir Kuno. Dan para ahli sejarah tidak ada yang membantah jika ilmu sihir Mesir kuno memiliki satu istilah: KABBALAH.
Kabbalah ini sampai sekarang masih eksis. Bahkan banyak selebritis Hollywood merupakan anggota dari Kabbalah Center of Los Angeles. Madonna merupakan ikon Kabbalah Hollywood. Dan sepertinya bukan kebetulan jika JK. Rowling memilih Daniel Radclife sebagai pemeran Harry Potter, di mana Radclife merupakan seorang anak Yahudi Inggris.
Sihir dan Islam
Harry Potter jelas telah menegaskan kepada jutaan anak-anak dunia jika sihir itu ada yang baik (White Magic) dan ada yang jahat (Black Magic). Ini merupakan salah satu racun yang dibenamkan JK. Rowling kepada jutaan anak-anak dunia dengan cara yang sangat halus dan lihai. Islam telah dengan sangat jelas menegaskan jika sihir itu merupakan bentuk kekufuran dan tentu saja dilarang keras.
Allah Swt telah berfirman dalam kitabullah: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (al-Baqarah: 102)
Dari ayat itu bisa disimpulkan jika mengajarkan sihir adalah bentuk kekufuran, mempelajari sihir juga termasuk kekufuran dan dari bagian kedua disebutkan bahwa sihir itu adalah ujian.
Dalam hadits shahih Bukhary-Muslim, Rasulullah Saw bersabda, “Jauhilah tujuh perkara yang akan membinasakan.” Para shahabat bertanya: “Apa itu?” Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang haq, makan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh orang-orang yang beriman yang menjaga diri dari lalai.”
Dalam riwayat Tirmidzi, Jundub bin Ka’ab AsSa’di meriwayatkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa dalam hukum Islam hukuman dari pelaku sihir adalah dipenggal dengan pedang. Tentu saja, hal ini hanya boleh dilakukan oleh suatu pemerintahan Muslim, bukan suatu kewajiban individuil.
Sikap Kita
Serial Harry Potter jelas mengajarkan sihir. Bahkan para peneliti Barat sendiri menyatakan jika Harry Potter merupakan Handbook of Occult, Buku Pegangan Okultisme. Sebelum para ulama meributkan Harry Potter, para pendeta di banyak gereja di Barat, juga di kalangan pendidiknya, telah menyatakan jika serial fiksi ini memang mengandung suatu muatan yang berbahaya bagi anak-anak.
Nah, bagi mereka yang sudah kadung kagum dan menyukai serial Harry Potter, hendaknya mengetahui hal ini semua agar kita bisa membaca secara kritis, bukan mentah-mentah memasukkan semua hal yang ada di dalam serial tersebut tanpa memamahnya terlebih dahulu. Apalagi jika kita ikut-ikutan bermain seperti para karakter yang ada di dalam serial tersebut.
Di sisi lain, hal ini juga merupakan tantangan tersendiri bagi para penulis dan sineas Muslim dan yang perduli terhadap hiburan yang sehat bagi anak-anak, untuk bisa berkarya dengan baik sehingga anak-anak seluruh dunia bisa memperoleh hiburan yang bermanfaat namun benar-benar menyenangkan.

Rabu, 02 Desember 2009

Kegelapan di Sejarah Amrik

Ada rahasia besar yang tersembunyi rapat-rapat, selama berabad-abad, tentang Amerika Serikat. Rahasia ini tersimpan rapi dalam simbol kenegaraan, simbol pemerintahan, desain aritektur kota, rancang bangun gedung-gedung penting, patung-patung, pilar dan obelisk, mata uang dollar bahkan juga dalam logo perusahaan dan sebagainya. Tidak hanya berupa simbol namun juga angka-angka dan ukuran.

Simbol-simbol itu memiliki kesamaan dengan banyak simbol yang terserak di seantero Eropa, seperti yang terpahat di Rosslyn Chapel, Edinburg-Skotlandia, serta Magdala Church di Rennes Le Chateau Perancis Selatan. Pesan-pesannya serupa dengan pesan yang hendak disampaikan ribuan simbol yang terpahat di dalam piramida-piramida besar Pharaoh di Mesir.

Inilah rahasia besar para pemeluk keyakinan purba Kabbalah, yang selalu mendekat dengan perjalanan para Nabi dan utusan Allah, namun selalu mengambil posisi berseberangan. Perjalanan sejarah ini dimulai di atas sana, taatkala iblis menggoda Hawa agar membujuk Adam memakan buah khuldi. Atas pelanggaran ini Allah memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi. Iblis diam-diam menyusul keduanya dalam bentuk ular dan hingga akhir zaman senantiasa menyelewengkan umat manusia dari ketauhidan. Para pengikut iblis, The Brotherhood of Snake (The Secret Society, J. Robinson), dalam perjalanannya mewujud dalam kelompok Kabbalah, yang saat ini populer dengan sebutan Zionisme. Kelompok ini memiliki kitab suci iblis bernama Talmud.

Para peneliti kelompok Kabbalah menemukan fakta bahwa kelompok pengikut iblis ini mencari pusat-pusat peradaban dunia dan mempergunakannya sebagai pusat aktivitas kelompoknya. Mereka pernah bermarkas di Mesir tatkala Firaun bertahta, dan menjadi ideologi Fir'aun. Mereka pernah mendekati Vatikan lewat Peter The Hermit dan Godfroy de Bouillon yang kemudian meletuskan Perang salib berkepanjangan. Mereka lalu bermarkas di Yerussalem ketika tanah suci itu jatuh ke tangan pasukan salib, bahkan berhasil mendudukan salah seorang tokohnya bernama Guy de Lusignan sebagai King of Jerussalem.

Tatkala Sholahudin Al Ayyubi membebaskan Yerussalem (1187), mereka terusir dari sana. Ordo Sion dan Kstaria Templarnya gagal meneruskan misi rahasia menggali tanah di bawah kompleks Masjidil Aqsha guna mencari The Solomon Treasue (Harta Karun Nabi Sulaiman). Selepas itu pengikut iblis ini bersarang di Perancis Selatan dan dari sana menaklukkan Eropa, menyusup kembali ke Gereja, dan menguasai pusat-pusat peradaban Eropa seperti Inggris dan Perancis.

Ketika Eropa telah takluk, mereka lirik daratan teramat luas yang kemudian dinamakan Amerika. Columbus, seorang menantu dari tokoh pelarian Templar (ordo khusus militer bentukan penganut Kabbalah yang punya misi rahasia mencari dan mengali harta karun King Solomon) dan juga anggota Knight of Christ (organisasi pewaris templar, yang punya misi menjadikan benua Amerika sebagai markas besar bagi gerakan Kabbalah hingga akhir zaman menunggu datangnya Raja Israel yang akan memimpin mereka menguasai dunia dalam suatu tatanan dunia baru), berlayar untuk menaklukkan benua tersebut dengan didanai Raja Ferdinand (Spanyol) yang melarikan diri dan membawa orang-orang Yahudi. Amerika pun berhasil direbut dengan mengusir dan membantai suku Indian, penduduk pribumi tanah itu. Gaya perampasan daratan ini diulang oleh orang-orang Yahudi tatkala merampas Tanah Palestina.

Jika sejarah benar-benar sebuah paparan yang jujur tentang masa lampau, maka saat ini kita akan menyebut ekspedisi Columbus sebagai ekspedisi perampok, agressor, dan pembunuh. Demikian pula para imigran Eropa yang datang dan mendirikan koloni di Amerika, sejarah tidak mencatat, seberapa banyak orang-orang Indian yang menemui ajal dibunuh oleh orang-orang Eropa yang mendarat di sana.
Cetak biru negara Amerika Serikat dipersembahkan bagi penggenapan cita-cita kelompok Kabbalah di akhir zaman, yang tertera dalam simbol negaranya yang berbunyi ”Novus Ordo Seclorum” (bahasa latin yang berarti The New World Order, Tata Dunia Baru), di mana USA akan dijadikan adidaya dunia yang berhak melakukan apa saja, demi melaksanakan kepentingannya.

Daratan besar, luas, dan kaya ini kemudian menjadi The Secret-Grea Lodge bagi pewaris Templar, Kaum Kabbalah, untuk mewujudkan cita-citanya ”Novus Ordo Seclorum” ( Tata Dunia Baru di bawah kekuasaannya), lewat jalan Annuits Coeptis (Konspirasi Kita). Inilah Amerika Serikat!
Amerika merupakan pusat komando kelompok iblis ini, guna mempersiapkan Tanah Suci Yerussalem, sebagai rumah abadi bagi datangnya King of Israel di akhir zaman, yang menurut mereka akan mengembalikan orang-orang Yahudi sebagai bangsa terpilih. Dalam keyakinan Talmudian, ada syarat-syarat tertentu agar Raja Israel bisa datang kembali. Amerika adalah Israel besar, dan Israel adalah Amerika kecil.

Dalam menguasai Amerika, kelompok ini tidak melakukannya secara terang-terangan. Mereka melakukan pengelabuan terhadap orang-orang Eropa Non Yahudi agar juga datang ke daratan baru ini dan bersama-sama membangunnya. Mereka memanfaatkan dan menunggangi orang-orang Eropa Non Yahudi hingga sekarang.

Salah satu daerah yang mereka tempati adalah Nieuw Amsterdam (sebuah koloni Belanda di Amerika Utara). Ketika itu para imigran Eropa Non Yahudi kebanyakan adalah pekerja keras, miskin, dan berpakaian lusuh serta robek sana sini. Kenyataan tersebut menginspirasi sebagian orang Yahudi untuk membuat pakaian yang murah meriah, namun kuat, tahan banting, dan tahan lama. Dari sinilah lahir pakaian dari bahan terpal, bahan layar kapal, yang sekarang ini dikenal dunia sebagai jeans atau blue jeans, dengan pesohornya seorang Yahudi bernama Levi Strauss.
Selain membuat jeans, para pedagang Yahudi juga menjual pakaian bekas. Sesuatu yang tidak dikenal dunia sebelumnya. Dan usaha ini ternyata laku keras.
”Orang-orang Yahudi adalah pedagang pertama di dunia yang memperdagangkan apa saja dari barang-barang bekas, mereka adalah kaum pemulung pertama di dunia”. (Letjen. (Purn) ZA. Maulani : Zionisme, Gerakan Menaklukkan Dunia).
Jadilah Nieuw Amsterdam sebagai pusat perdagangan pakaian bekas yang dilakukan oleh para saudagar Yahudi. Kian lama kian banyak orang Yahudi yang menetap di sana. Niew Amsterdam ini oleh orang-orang Yahudi disebut sebagai The New Jerussalem. Oleh orang Inggris yang merebutnya dari Belanda diubah menjadi New York.

Sampai kini, kota pelabuhan ini menjadi pusat komunitas Yahudi terbesar dan terpadat di seluruh Amerika. Bahkan konon, lebih dari setengah perputaran uang dunia dikendalikan dari New York. Jumlah orang Yahudi makin membengkak dan berlipat-lipat. Dan sekarang, Amerika Serikat identik dengan kekuatan Yahudi Internasional.

SISI GELAP ARSITEKTUR KOTA WASHINGTON DC

Washington DC, ibukota Amerika Serikat, merupakan sebuah kota yang paling banyak menyimpan simbol dan jejak Kabbalah dibandingkan kota lainnya di seluruh dunia (dalam film dapat dilihat dalam ‘National Treasure” yang dibintangi Nicholas Cage).

Sebagai contoh, peletakan batu pertama White House dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 1792. Tanggal tersebut mengingatkan sejarah dunia pada hari pembasmian Knights of Templar (Ksatria Kuil) di Perancis. Hal ini bisa saja mengindikasikan bahwa pemilihan tanggal tersebut sebagai memorial. Lalu Gedung Capitol (gedung kongres), diketahui bahwa yang menjadi pondasi pertamanya bukanlah batu biasa, tapi batu masonik. Sebuah lempengan batu biasa, yang dipahat simbol siku dan jangka (simbol Freemasonry) dan telah melalui suatu ritual khusus yang ditanam secara teratur mengelilingi Capitol.
Salah satu cara yang paling mudah untuk melihat desain Kabbalistik dari kota ini adalah dengan penglihatan dari udara. Jika dilihat secara seksama peta jalan di Washington DC, kita akan menemukan simbol jangka dan siku, pentagram, kepala Baphomet, kompas, Owl atau burung hantu yang termasuk simbol Mason, bintang David, dan sebagainya. Belum desain-desain gedung atau monument yang juga ada yang mirip dengan kerangka piramida, desain Katedral Milan, konsep pohon kehidupan Kabbalah dan sebagainya.

Atau bayangkan jika Gedung Capitol merupakan sebuah kepala dari jangka, maka tangan satunya yang di sebelah kiri akan menjulur ke Pensylvinia Avenue dan tangan kanan yang menuju Maryland Avenue. Sedangkan simbol siku yang sangat akrab dikenal sebagai simbol Freemason akan kita temukan letaknya St. Canal dan Lousiana Avenue. Kaki kiri siku itu mengarah ke White House dan yang kanannya ke Jefferson Memorial.

Obelisk Fir’aun

Sumpah Presiden AS

Saat diambil sumpahnya, Obama [seperti semua Presiden AS ketika dilantik] berdiri di sebuah podium yang menghadap lurus ke sebuah obelisk yang menjulang tinggi. Obelisk tersebut bernama The Washington Monument. Tahukah Anda jika obelisk tersebut merupakan obelisk asli yang diambil dari Giza Mesir, warisan dari zaman Firaun. Sekarang ini, hanya ada tiga obelisk asli era Firaun: Pertama, didirikan di tengah lapangan Katedral Saint Peter di Vatikan, di mana setiap Paus baru yang dilantik dan diambil sumpahnya pasti menghadap obelisk tersebut (Peter Tomkins: The Magic of Obelisk; NY, 1982). Yang kedua, pada tahun 1881 dikirim ke Amerika dari Iskandariyah-Mesir dan ditempatkan di Central Park-NY. Dan obelisk yang ketiga, didirikan di Washington DC tepat di titik pertemuan White House dengan Gedung Capitol.



Obelisk sendiri merupakan simbolisasi nyala api yang mengarah ke atas, ke arah pemujaan terhadap Dewa Matahari (Helios atau Ra Goddes). Matahari merupakan tuhan tertinggi kaum pagan yang tetap lestari hingga kini. Sunday merupakan hari penyembahan terhadap Dewa Matahari, di mana sekarang diwarisi oleh kalangan Kristen di dalam menunaikan kebaktiannya. Padahal Nabi Isa a.s. selalu beribadah setiap hari dan tidak mengistimewakan hari Minggu. Sebab itu, Obelisk juga dimaksudkan sebagai penyembahan terjadap Dewa Matahari.

Obelisk yang berdiri di Washington DC ini sungguh menyimpan banyak simbol pagan Kabbalah berupa numerology yang diyakini memiliki daya magis tertentu bagi kaum Luciferian (Illuminaty). Di antaranya adalah:

* Obelisk tersebut tersusun dari 36.000 blok batu granit. Angka 36 merupakan penjelmaan dari Triple 13, angka penting Kabbalah yang memiliki arti “The Extreme Rebellion” dan disucikan.

* Berat puncak obelisk tepat 3.300 pounds. Angka 33 merupakan penjelmaan Triple 11, “The Twin Pillars”. Menara kembar WTC juga memiliki arti yang sama dengan angka 11. Ini merupakan simbol bagi gerbang atau pintu masuk Haikal Sulaiman.

* Obelisk ini memuat 188 batu masonik yang khusus disumbangkan secara pribadi atau atas nama yayasan dan negara dari tokoh-tokoh Mason seluruh dunia. Selain itu terdapat 35 buah batu masonik yang masing-masing merupakan sumbangan khusus dari 35 Loji Mason (Masonic Lodge) seluruh dunia. Ke-35 batu mason ini tidak diletakkan di sembarang tempat, namun dikumpulkan di bagian khusus yang berada di ketinggian 330 kaki (Triple 11).

* Jumlah total biaya untuk mendirikan Washington Monument ini dilaporkan menelan dana US$ 1.300.000. Angka ini sekali lagi menunjuk sebuah angka keramat Mason yakni 13.

* Monumen ini dihiasi dengan jendela 8 buah. Angka 8 memiliki arti sebagai “The New
Beginning”. Jendela-jendela tersebut bila dihitung keseluruhan luasnya maka akan didapat ukuran luas sebesar 39 kaki persegi (Triple 13).

* Kabbalah sebagai dasar kepercayaan mistis kaum Zionis sangat mempercayai numerologi. Sebab itu, kaum Yahudi juga disebut sebagai kaum Geometrian. Semua ilmu sihir dunia berasal dari sini. Semua monumen dan gedung bersejarah, juga arsitektur kota Washington DC dibangun berdasarkan perhitungan geometrian ini.

Tanda lingkaran ada di sebuah jalan pendek di belakang bangunan membentuk kepala dan kuping dari simbol setan yang dikenal sebagai Kambing Mendes (Baphomet). Jika kita lihat di atas sekali dari Gedung Putih ada pentagram.

Pentagram atau Bintang Bersudut Lima merupakan simbol Masonik dan juga aliran sihir serta kebatinan kuno. Dengan titik yang menghadap ke bawah (atau selatan, ketika diletakkan di permukaan), ini merupakan tanda khusus bagi Satanisme.
Para pemuka Kristen Amerika percaya di setiap bangunan atau gedung pemerintahan yang sangat penting, seperti White House, Capitol, Pentagon dan sebagainya, seluruhnya menyimpan simbol-simbol Masonik.



Kaum Kabbalah yang dalam sejarah melahirkan gerakan-gerakan atau kelompok rahasia seperti The Brotherhood of Snake, The John The Baptist Sect, Knights Templar, Freemasonry, Illuminaty (kamu cendekiawan Templar) dan sekarang mengejawantah dalam kekuatan zionisme, yang juga dikenal sebagai The Geometrian, yang gemar mengutak-atik angka dan simbol. Mereka sangat yakin simbol memiliki ruh dan kekuatan religiusnya masing-asing.

Selain angka 13 yang disucikan (sebab itu kartu tarot, remi dsb berjumlah 130, memiliki arti The Extreme Rebellion), mereka juga suka angka-angka 39 (The tripel 13), 11 (the twin pillars seperti halnya simbolisasi menara kembar WTC), 36, 33 (The Triple 11), 8 (menyimbolkan the new beginning) dsb.
Nyaris semua monumen dan gedung bersejarah di kota ini dibangun berdasarkan perhitungan geometrian tersebut, seperti misalnya The Washington Monument. Monument ini didirikan untuk mengenang George Washington, Bapak Amerika Serikat yang juga tokoh Freemasonry. Dan monument ini memiliki sejumlah angka yang sungguh-sungguh mencengangkan :

1) Monumen tersebut tersusun dari 36.000 blok batu granit. Angka 36 merupakan angka penting Kabbalah.
2) Berat puncak monumen persis 3.300 pounds (triple 11).
3) Monumen ini memuat 188 batu Masonik yang khusus disumbangkan secara pribadi atau atas nama yayasan dan negara dari tokoh-tokoh Mason seluruh dunia. Selain itu terdapat 35 buah batu Mason yang masing-masing merupakan sumbangan khusus dari 35 Masonik Lodge di seluruh dunia. Ke-35 batu itu diletakkan di sembarang tempat, melainkan khusus di bagian monumen yang berada di ketinggian 330 kaki.
4) Jumlah total pengeluaran untuk mendirikan Monumen Washington ini dilaporkan sebanyak 1.300.000 dollar.
5) Monumen ini dihiasi dengan 8 (the new beginning) jendela, yang jika keseluruhannya dihitung maka akan didapat ukuran luas 39 kaki persegi (triple 13).

Lambang Kenegaraaan Amerika

Lambang kenegaraan Amerika ternyata begitu sarat dengan filosofi Kabbalah, dengan bertebarnya angka 13 sebagai salah satu angka suci keyakinan ini dan juga angka 666 (triple six), angka lazim yang dikenal sebagai angka iblis (the beast number). Lambang negara AS ada 2 sisi, sisi depan bergambar seekor elang, dan sisi belakang bergambar piramida illuminati. Bagian depan simbol negara AS menggunakan seekor elang yang tengah mengembangkan sayapnya. Kedua kakinya mencengkram anak panah (berjumlah 13), dan daun zaitun yang berbuah (daun dan buah itu, masing2 berjumlah 13). Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David (jumlah bintang 13). Di perisai ada garis (13 buah), di ujung anak panah ada bulu (13 buah), ada 13x9 titik yang mengitari bintang david di atas kepala elang, dan ada 13 huruf bertuliskan E Pluribus Unum (dari banyak menjadi satu).

Sisi belakang lambang negara AS jelas-jelas merupakan sebuah piramida Illuminati dengan sebuah mata dipuncaknya (Seeing All Eyes). Piramida yang belum jadi ini disusun dari 13 lapisan batu. Di dasar piramida terdapat angka Romawi. Di dasar piramida terdapat angka Romawi MDCCLXXV, yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahu kemerdekaan AS Namun oleh para simbolog, mereka mengatakan bahwa untuk jumlah yang besar biasanya huruf M tidak dipakai sehingga yang ada tinggal DCCLXXV, yang bila dibaca, DC adalah 600, LX adalah 60, dan VI adalah 6, jadi 666 (the beast number).

Selain piramida, di bagian atas piramida terdapat tulisan ”ANNUIT COEPTIS” yang berarti ”Konspirasi Kita”, dengan jumlah huruf 13 buah.
Dalam bendera AS pun, jumlah strip merah putih sebanyak 13 buah, dan masih banyak yang lainnya.

KONSPIRASI DOLLAR

Dalam lembaran uang 1 dollar, terdapat 2 simbol kenegaraan AS yang sarat dengan unsur kabbalah. Pada sisi muka lembaran satu dollar juga terdapat gambar burung hantu yang sangat kecil, yang merupakan simbol persaudaraan Mason.
Jika mata uang Rupiah disimbolkan dengan Rp, Yen dengan huruf Y yang diberi garis di tengahnya, lantas mengapa Dollar tidak disimbolkan dengan huruf D, tetapi dengan huruf S yang diberi garis tengahnya ($)? Para simbolog mengatakan bahwa simbol S pada Dollar sesungguhnya merujuk pada Solomon. Coba lihat fakta-fakta berikut ini :

1) Mata uang AS disimbolkan dengan Solomon ($).
2) Departemen Keuangan AS disimbolkan dengan Kunci Haikal Solomon dengan 13 pentagram.
3) Dollar AS dicetak oleh The Fed yang dibentuk di pulau Dajjal (Jekyll Island) oleh pemodal Yahudi.
4) Banyak lembaran dollar AS dihiasi dengan simbol-simbol illuminati.

Proses kelahiran mata uang Dollar sangat erat kaitannya dengan pertemuan pemodal Yahudi di Jekyyl island (Pulau Dajjal). Kisahnya sangat panjang dan konspiratif. Pencetaknya adalah The Fed atau Federal Reserve, bank sentral AS yang tidak dimiliki AS, tetapi dikuasai oleh sejumlah pemilik modal Yahudi sehingga sesungguhnya rakyat AS berutang kepada The Fed.
Adalah Nathan Rothschild (Yahudi Inggris), pemilik modal yang ingin menguasai Amerika. Sedangkan Amerika ingin memiliki kewenangan sendiri mengatur negaranya yang baru terbentuk.
William G. Carr dalam “Yahudi Menggenggam Dunia” menulis tentang pertarungan ini : Thomas Jefferson menulis surat yang ditujukan kepada Jhon Adams, “Saya yakin sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekolompok aristokrat kaya yang kekuasaannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak’.
Mengetahui surat ini, para pemodal Yahudi amat marah, dan mengancam Presiden Andrew Jackson akan menciptakan krisis berkepanjangan di Amerika. Namun Jackson tidak gentar,” Anda sekalian tidak lain adalah sekawanan perampok dan ular. Kami akan menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian semua!”

Pemodal Yahudi akhirnya memprovokasi Inggris untuk menyerang Amerika. Dan meletuslah perang di tahun 1816. Beberapa kejadian lain yang disebabkan oleh kemarahan para pemodal Yahudi adalah dibunuhnya Presiden AS, Abraham Lincoln dan juga JF. Kennedy. Akhir pertarungan bisa diduga, kelompok pemodal Yahudi-lah yang menang. Perjalanan Dollar memang penuh liki-liku dan konspiratif.
Disebabkan kotor dan sangat telanjang manipulasinya, maka seorang Henry Ford (perintis usaha otomotif), pernah berkata, ”Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal usul uangnya, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi”.
Henry Ford merupakan salah seorang tokoh, garda terdepan yang dengan berani dan tegas menyuarakan kebusukan orang-orang Yahudi di dunia. Walau pernah mengalami upaya percobaan pembunuhan yang dirancang oleh Zionis-Yahudi, keberanian seorang Henry Ford tidaklah surut. Ia kemudian menulis buku kecil yang menelanjangi konspirasi Yahudi internasional di Amerika dan dunia berjudul ’The International Jew” (1977).

Saat diwawancarai New York Times pada Natal tahun 1921, Ford bercerita.
“Mereka orang-orang Yahudi sendiri yang mengatakan kepadaku soal keterlibatan mereka dengan peperangan. Bahkan mereka berusaha meyakinkanku soal ini. Di atas kapalku ada dua Yahudi terkemuka. Selagi kami berlayar, mereka dengan bangga mengatakan soal kelebihan ras Yahudi. Mereka juga berkata bahwa mereka telah berhasil mengendalikan dunia melalui kontrol mereka terhapa emas”.
“Mereka juga mengatakan bahwa hanya tokoh-tokoh Yahudi yang mampu menghentikan jalannya peperangan. Awalnya aku enggan untuk percaya, tapi mereka dengan begitu semangat berusaha meyakinkanku. Mereka kemudian memberikan detilnya, tentang cara mereka menyedot uang, cara mereka menguasai bahan-bahan dasar untuk peperangan, dsb. Mereka berkata begitu detil hingga akhirnya mempercayainya”.
Saat itu Ford menjadi yakin bahwa di balik segala peperangan dan kejadian besar dunia, ada konspirasi besar yang digerakkan Yahudi Internasional. Dia lalu melakukan penyelidikan terhadap isu itu yang di Amerika dikenal sebagai “Masalah Yahudi” (Jewish Question), dan mendapatkan bahwa salah satu kekuatan Yahudi Internasional yang harus dipatahkan adalah bidang media.

Upaya Ford merupakan kelanjutan dari peringatan Benjamin Franklin (salah satu The Founding Fathers-nya Amerika), seorang tokoh Freemasonry yang telah sadar, tentang bahaya orang-orang Yahudi di Amerika (The Franklin prophecies). Setelah melihat dengan mata kepala sendiri berbagai perkembangan yang tidak menguntungkan Amerika Serikat, sebuah negara yang ikut dibidaninya terutama terkait perkembangan kaum Yahudinya serta penguasaan kaum ini atas sendi-sendi perekonomian, maka Franklin sadar bahwa selama ini telah berbuat salah. Kaum Yahudi yang dulu begitu dekat dengannya ternyata tidak ubahnya lintah darat yang mampu mengisap dengan amat rakus dan buas, segala sumber daya alam dan manusia Amerika Serikat. Franklin pun berlepas diri dari gerakan Freemasonry dan berusaha dengan gigih untuk memperingatkan rakyat Amerika tentang bahayanya orang-orang Yahudi di Amerika. Inilah surat peringatan Benjamin Franklin tentang Yahudi di Amerika.

”Di sana ada bahaya yang amat mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi mana pun Yahudi berdiam, mereka selalu merusak tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol.

Sejak lebih dari 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka alami, karena mereka telah diusir dari bumi kelahiran nenek moyang mereka. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah palestina, mereka akan segera mencari alasan untuk tidak kembali ke sana. Mengapa? Mereka tidak lain adalah Vampir pengisap darah. Dan seeokor vampir tidak akan bisa hidup dengan vampir lainnya. Orang Yahudi tidak bisa hidup bersama mereka sendiri. Mereka harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang bukan golongan mereka.
Jika bangsa Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan Undang-Undang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita perjuangkan dengan darah, harta, nyawa, dan kemerdekaan pribadi kita. Seandainya bangsa Yahudi tidak diusir dari Amerika, maka dalam waktu 200 tahun mendatang anak cucu kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk memberi makan orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, Yahudi akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan keuangan.
Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anak cucu dan cicit kita akan memanggil-mangil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak, pikiran yang ada di benak orang Yahudi tidak sama seperti yang pada orang Amerika. Meski pun mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan berubah sebagaimana tutul tidak bisa mengubah warna kulitnya. Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu mereka harus disingkirkan dengan kekuatan institusi.

LOBI YAHUDI DI AMERIKA

Orang-orang Yahudi yang menjadi warga negara Amerika jumlahnya kian bertambah tiap tahunnya. Mereka juga sangat kuat jaringannya sehingga sekecil apapun yang bisa dianggap memunculkan imej negatif orang luar terhadap Yahudi akan mereka balas dengan serangan yang tidak mengenal kata kasihan
Texe Marss, investigator yang menemukan fakta bahwa dinasti Bush merupakan Yahudi Tulen mengatakan,”Memanggil seorangYahudi dengan sebutan Yahudi, itu sudah dianggap anti-Semit dan hal yang serius di sini”.
Tidak ada satu pun negara di dunia ini yang pengaruhnya sedemikan kuat di AS selain Israel. Hal ini tentu karena kuatnya lobi Israel di washington dan para pendukungnya di kalangan elit AS. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa semua lembaga pemerintah AS sesungguhnya dikuasai oleh Israel sehingga seorang Ariel Sharon pernah berkata, ”Jangan takut, Amerika berada dalam kendali kita”.
Sekurangnya ad 2 organisasi Yahudi di AS yang sangat menentukan sikap luar negeri AS, yakni JINSA dan CSP. Keduanya memiliki hubungan erat dengan CPD (sebuah wadah tempat berkumpulnya para Hawkish Gedung Putih dan Pentagon. Di bawahnya ada AIPAC. Organisasi-organisasi zionis ini memiliki 3 agenda besar yang harus dilakukan setiap pemerintahan AS, yakni selalu mendukung Israel dalam segala hal, selalu menambah anggaran militer, dan selalu menentang traktat kontrol senjata yang bisa merugikan AS dan Israel.

Organisasi-organisasi lobi Yahudi ini pula yang mengontrol setiap tindakan seorang Presiden AS, apakah menguntungkan Israel atau dianggap merugikan. Seorang presiden AS yang ingin kekuasaannya aman, maka dia harus menjalankan agenda Israel. Jika tidak maka jangan harap dalam pemilu ke depan dia akan terpilih kembali atau yang paling apes adalah seperti yang dialami Abraham Lincoln dan JF. Kennedy.

Joseph Yackley dalam essay berjudul ”US Security Assistance to Israel (www.foreignpolicy-infocus.org) memaparkan bahwa jumlah hibah uang untuk Israel. Hibah AS ke Israel secara resmi ada dua cara, ESF dan FMF. Dan hebatnya tidak seperti bantuan AS ke negara lain yang disertai syarat-syarat tertentu, maka khusus untuk Isarel, AS menutup mata terhadap bantuannya tersebut. Israel boleh melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan uang AS tersebut, tanpa harus mempertanggungjawabkannya lepada AS. Dan hebatnya lagi tiap tahun jumlah uang AS untuk Israel bertambah dalam jumlah yang fantastis.
Israel dan AS seperti dua sisi mata uang pada koin yang sama. Seorang John Mearsheimer dan Stephen Walt dengan lantang berkata,”Bebaskan Amerika dari penjajahan Israel!”

Apakah Obama berani untuk membebaskan Amerika dari penjajahan Israel, atau malah sebaliknya, Obama kian mengukuhkan posisi Israel? Wallahu Alam!